Minggu, 04 November 2007

Tragedi Bom Bali 2005

Pengeboman di Bali 2005 adalah sebuah pengeboman seri yang terjadi di bali pada tanggal 1 oktober 2005. Tragedi tiga pengeboman, satu di kuta dan dua dijimbaran,dengan sedikit nya 23 orang tewas dan 196 lain nya luka - luka. Inspektur Jenderal Polisi Ansyaad Mbai, seorang pejabat anti-terorisme Indonesia melaporkan kepada Associated Press bahwa aksi pengeboman ini jelas merupakan "pekerjaan kaum teroris", namun dikedokin dengan pengeboman bunuh diri,

Tragedi bom bunuh diri ini menyandang ciri - ciri khas serangan jaringan Teroris Jamaah Islamiyah sebuah organisasi yang berhubungan dengan Al-Qaida yang telah melakukan pengeboman di hotel marriott,jakarta pada tahun 2003, Kedutaan Besar Australia di jakarta pada tahun 2004 dan pengeboman Bali 2002. Kelompok teroris islamis memiliki ciri khas melaksanakan serangan secara beruntun dan pada waktu yang bertepatan seperti pada 11 september 2001.
Dalam peristiwa tersebut, Dr. Azahari, buronan asal Malaysia yang diduga merupakan orang yang membuat bom dalam dua kali pengeboman di Bali, tewas ditembak polisi.
Kemudian pada hari yang sama di Semarang, dilakukan penyergapan dan perburuan di tempat persembunyian buronan lainnya, Noordin M. Top. Di situ, polisi menemukan sejumlah barang bukti milik para pelaku Bom Bali 2005, di antaranya rekaman kesaksian ketiga pelaku bom bunuh diri di Bali dan dua kartu tanda penduduk milik dua pelaku pemboman tersebut. Dalam rekaman video tersebut, salah seorang pelaku mengatakan bahwa perbuatan yang mereka lakukan akan membawa mereka masuk surga,(surga dari hongkong). Rekaman kaset tersebut lalu digunakan untuk mencocokkan wajah pelaku dengan kepala para pengebom yang ditemukan di lokasi pengeboman.

23 korban tewas terdiri dari:

  • 15 warga Indonesia
  • 1 warga Jepang
  • 4 warga Australia
  • tiga lainnya diperkirakan adalah para pelaku pengeboman.

Tempat-tempat yang dibom:
  • Kafe Nyoman
  • KafĂ© Menega
  • Restoran R.AJA’s, Kuta Square

semua pihak serta merta berkomat-kamit melontarkan beragam kutukan terhadap pelaku pengeboman. Indonesia selaku tempat berdiamnya pulau dewata kudu rela kebagian getahnya dicap sebagai negara yang nggak aman dari aksi teroris. Hingga Swedia dan Australia pun mengeluarkan travel warning bagi warganya yang akan berkunjung ke Bali. Demi membersihkan nama baiknya, Pemerintah pun kudu sibuk kasak-kusuk nyari tahu pelaku Bom Bali II. Kira-kira siapa ya?
Oleh karena itu marilah kita berdo'a bersama-sama agar kejadian ini tidak ter'ulang untuk ke-3 kali nya ( amin ).

Tidak ada komentar:

 


template by : uniQue  |    modified by : Seputar Bali